Akhirnya Monster Nessie Terlihat?

Akhirnya Monster Nessie Terlihat?

Seorang pria bernama Marcus Atkinson berhasil mendapat gambar sonar menampilkan obyek hidup tak teridentifikasi yang ada di bawah air. Makhluk misterius ini terekam di kedalaman 22,86 meter dan tampak, makhluk ini memiliki lebar tubuh hampir 1,5 meter.

“Saya berlayar dengan kapal saya dan melihat sonar menampilkan gambar ini. Obyek ini tampak makin besar dan saya pun memotretnya. Bentuknya juga aneh,” katanya.Seorang pria bernama Marcus Atkinson berhasil mendapat gambar sonar menampilkan obyek hidup tak teridentifikasi yang ada di bawah air. Makhluk misterius ini terekam di kedalaman 22,86 meter dan tampak, makhluk ini memiliki lebar tubuh hampir 1,5 meter.

“Saya berlayar dengan kapal saya dan melihat sonar menampilkan gambar ini. Obyek ini tampak makin besar dan saya pun memotretnya. Bentuknya juga aneh,” katanya.



Hasil gambar Marcus Atkinson karuan membuat ramai. Banyak yang menduga mahluk tersebut adalah Nessie, monster penghuni danau Loch Ness (Skotlandia) yang legendaris.

Namun para ahli Nessie mengatakan, penampakan ini adalah ikan jenis lain, anjing laut atau potongan kayu yang diyakini sebagai bukti keberadaan makhluk tak misterius ini ,seperti dikutip dari dailymail.

Menanggapi sanggahan ini, Marcus Atkinson berucap, "Saya sudah 21 tahun melihat berbagai gambar dan foto yang mengatakan itu adalah penampakan Nessie, tapi baru kali ini saya sendiri dapat gambar yang sangat jelas. Nggak ada hewan atau mahluk lain yang sebesar itu di danau ini (Loch Ness). Saya sangat kaget karena yang satu ini begitu besar. Gambar hasil sonar nggak bisa dipalsukan, kok. Dan saya nggak pernah melihat sesuatu yang seperti ini."

Yang pasti, hasil rekaman Marcus menyabet penghargaan "The Best Nessie Sighting of The Year Award" dari William Hill.

Sumber : http://www.apakabardunia.com
Read More : Akhirnya Monster Nessie Terlihat?

Prasasti yang Menyebut Nama Nabi Sebelum Kitab Suci Ada

Prasasti yang Menyebut Nama Nabi Sebelum Kitab Suci Ada

Prasasti Elba - berasal dari masa sekitar 2500 SM - sudah ditemukan para ahli arkeologi sejak tahun 1975. Namun, keterangan yang tertera di dalamnya terus menimbulkan perdebatan. Penyebabnya adalah, karena terdapat nama tiga orang nabi yang disebutkan dalam kitab-kitab suci agama samawi (Islam-Kristen-Yahudi).



Ebla Pusat Kebudayaan Dunia

Ebla adalah sebuah kerajaan yang meliputi suatu wilayah yang di dalamnya termasuk ibukota Syria, Damaskus, dan Turki bagian tenggara. Pada masa itu (abad 26 SM) Kerajaan ini mencapai puncak kejayaan di bidang kebudayaan dan ekonomi, namun setelah itu, sebagaimana yang menimpa banyak peradaban besar, menghilang dari panggung sejarah.

Di masa kejayaan, penduduk Ebla membangun lembaga-lembaga arsip negara, mendirikan perpustakaan-perpustakaan dan mencatat aneka perjanjian perdagangan secara tertulis. Mereka bahkan memiliki bahasa mereka sendiri, yang disebut sebagai Eblaite.



Saat proses ekskavasi oleh arkeolog di tahun 1975, ditemukannya sekitar 20.000 prasasti dan penggalan tulisan paku. Naskah ini empat kali lebih banyak daripada seluruh naskah bertulisan paku yang diketahui para arkeolog selama 3.000 tahun terakhir.
Ketika bahasa yang digunakan dalam prasasti-prasasti tersebut diterjemahkan oleh seorang berkebangsaan Italia Giovanni Pettinato, penerjemah naskah-naskah kuno dari Universitas Roma, nilai penting prasasti tersebut semakin dipahami. Alhasil, penemuan Kerajaan Ebla dan kumpulan naskah negara yang luar biasa tersebut tidak hanya menarik perhatian di bidang arkeologi, tapi juga bagi kalangan agamawan.

Mengapa? Hal ini dikarenakan selain nama-nama seperti Mikail (Mi-ka-il) dan Thalut (Sa-u-lum), yang berperang bersama Nabi Dawud, prasasti-prasasti ini juga menuliskan nama-nama nabi yang disebutkan di dalam tiga kitab suci: Nabi Ibrahim (Ab-ra-mu), Nabi Dawud (Da-u-dum) dan Nabi Ismail (Ish-ma-il). (2)


Nama Para Nabi Tertulis Sebelum Taurat

Nama para nabi yang ditemukan dalam prasasti Ebla memiliki nilai teramat penting karena ini adalah kali pertama nama-nama tersebut dijumpai dalam naskah bersejarah setua itu. a

Informasi ini, yang berasal dari zaman 1500 tahun sebelum Taurat, sangatlah mengejutkan! Kemunculan nama Nabi Ibrahim di dalam prasasti tersebut menyatakan secara tertulis bahwa Nabi Ibrahim dan agama yang dibawanya telah ada sebelum Taurat.
Para sejarawan mengkaji prasasti Ebla dari sudut pandang ini, dan penemuan besar tentang Nabi Ibrahim dan misi yang diembannya menjadi bahan penelitian dalam kaitannya dengan sejarah agama-agama.

David Noel Freedman, arkeolog dan peneliti Amerika mengenai sejarah agama-agama, melaporkan berdasarkan penelitiannya nama-nama nabi seperti Ibrahim dan Ismail di dalam prasasti tersebut.


Nama-Nama Lain Dalam Prasasti


Selain nama para nabi yang sudah ada jauh sebelum Taurat ditulis, terdapat pula hal-hal lain dan nama-nama tempat di dalam prasasti tersebut, yang dengannya dapat diketahui bahwa penduduk Ebla adalah para pedagang yang sangat berhasil.

Nama Sinai, Gaza dan Yerusalem, yang tidak terlalu jauh letaknya dari Ebla, juga terdapat di dalam tulisan tersebut, yang menunjukkan bahwa penduduk Ebla memiliki hubungan yang sangat baik dengan tempat-tempat tersebut di bidang perdagangan dan kebudayaan.

Satu rincian penting yang diketahui dari prasasti tersebut adalah nama-nama wilayah seperti Sodom dan Gomorrah, tempat berdiamnya kaum Luth. Diketahui bahwa Sodom dan Gomorrah adalah sebuah wilayah di pesisir Laut Mati tempat bermukimnya kaum Luth dan tempat di mana Nabi Luth mendakwahkan risalahnya dan menyeru masyarakat untuk hidup mengikuti nilai-nilai ajaran agama.

Selain dua nama ini, kota Iram, yang tercantum di dalam ayat-ayat Al Qur'an, juga di antara yang tersebut di dalam prasasti Ebla.

Dalam sebuah tulisan di majalah Reader's Digest, tercatat di masa itu bahwa terdapat pergantian agama dari penduduk Ebla selama masa pemerintahan Raja Ebrum dan bahwa masyarakat mulai menambahkan imbuhan di depan nama-nama mereka dalam rangka meninggikan nama Tuhan Yang Mahakuasa.


====

Sejarah Ebla dan prasasti Ebla yang ditemukan setelah 4.500 tahun sesungguhnya mengarahkan kepada satu kebenaran yang teramat penting: Allah telah mengirim utusan-utusan kepada penduduk Ebla, sebagaimana yang Dia lakukan ke setiap kaum, dan para utusan ini menyeru kaum mereka kepada agama yang benar.

Dan, anehnya nama-nama nabi yang ada dalam kitab suci agama samawi (Islam, Kristen, Yahudi) ternyata sudah tertulis sebelumya.

Wallahu a'lam bishowab...

Sumber : http://www.apakabardunia.com
Read More : Prasasti yang Menyebut Nama Nabi Sebelum Kitab Suci Ada

6 Hewan Langka Dari Indonesia Yang Mirip dengan Hewan Mitologi

6 Hewan Langka Dari Indonesia Yang Mirip dengan Hewan Mitologi

Hewan mitologi atau hewan legenda yang biasanya hanya kita dengar dari dongeng-dongeng ternyata ada di Indonesia setidaknya mirip dengan hewan mitologi yang dimaksud. Mau tahu hewan atau binatang apa saja itu?.. Berikut saya akan memuat list hewan Indonesia yang mirip dengan hewan mitologi:

1. Burung Cendrawasih dengan Burung Phoenix



Burung Cendrawasih yang bisa ditemukan di Papua, Indonesia ini sering dijuluki dengan bird of paradise atau phoenix bird. Burung ini memang memiliki bentuk dan warnanya yang unik sekilas mirip dengan hewan mitologi Phoenix. Tentu saja bulu-bulu Cendrawasih bukan dari api seperti Phoenix. Walaupun begitu Cendrawasih adalah burung yang sangat indah bentuknya. Burung ini dikenal karena bulu yang sangat memanjang dengan warna merah atau kuning yang indah.

* Phoenix dalam mitologi dari Mesir kuno adalah burung api keramat. Phoenix membakar dirinya sendiri oleh api dan dilahirkan kembali dari api. Biasanya digambarkan mempunyai bulu emas dan merah.

2. Komodo dengan Naga



Pada awal abad 19 di Eropa tersiar kabar tentang adanya naga raksasa yang hidup di kepulauan Indonesia. Para pelaut militer Belanda waktu itu pernah memberi laporan bahwa makhluk tersebut kemungkinan berukuran sampai tujuh meter panjangnya, dengan tubuh raksasa dan mulut yang senantiasa menyemburkan api. Kolonial Belanda kemudian mengirim satu regu tentara terlatih, dan mendarat di pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Ternyata mereka menemukan Komodo. Komodo mirip naga-naga pada lukisan zaman abad pertengahan. Hal yang membedakan Komodo dari naga, ialah Komodo tidak menyemburkan lidah api.

*Dragon atau naga adalah hewan dengan ukuran yang besar. Mereka berbentuk reptil dan nafasnya dapat menyemburkan api.

3. Tarsier dengan Gremlin



Di pulau Sulawesi, ditemukan suatu tarsier kerdil yang masih hidup, salah satu primata yang paling langka dan paling kecil di dunia. Binatang ini memiliki mata dan telinga besar yang mirip dengan binatang Gremlin. Pygmy tarsier berukuran kecil dengan bobot hanya 50 gram. Hewan ini hidup di atas pohon dan banyak melakukan aktivitasnya di malam hari.

* Gremlin adalah tokoh monster bertubuh kecil dan berwarna hijau. Gremlin sangat mengganggu dan mengkonsumsi energi listrik. Menurut dongeng orang-orang Inggris, Gremlin suka merusak mesin pesawat.

4. Dugong dengan Duyung



Pernah dengar cerita pelaut yang pernah melihat duyung?.. Kemungkinan duyung itu adalah mamalia air yang dikenal sebagai dugong. Mamalia ini bisa ditemukan di perairan dangkal perairan Indonesia terutama kawasan timur. Dugong ini memang tidak memiliki badan manusia. Dugong adalah mamalia laut pemakan tumbuhan.
* Puteri duyung adalah makhluk air yang memiliki kepala dan tubuh layaknya seorang perempuan dan ekor menyerupai ikan.

5. Badak bercula satu dengan Unicorn



Marcopolo pada abad 13 dalam tulisannya pernah melihat Unicorn berwarna hitam di kepulauan Indonesia. Ternyata yang ditemukan Marco Polo itu bukannya unicorn, melainkan badak. Di Ujung Kulon terdapat Badak bercula satu seperti halnya Unicorn yang memiliki satu tanduk di kepalanya. Badak Jawa merupakan binatang terbesar di Jawa. Beratnya bisa mencapai 1,5 ton.

* Unicorn merupakan kuda dengan tanduk yang panjang di kepalanya.

6. Bekantan dengan Tengu



Orang-orang Jepang yang melihat Bekantan menyebutkan bahwa hewan ini mirip dengan tengu, makhluk mitologi yang dikenal di Jepang. Kera Bekantan merupakan kera yang memiliki hidung yang panjang berbeda dengan kera pada umumnya. Karena Hidung panjangnya ini, orang Jepang menyebutnya sebagai monyet Tengu. Bedanya Bekantan tidak memiliki sayap seperti Tengu. Bekantan bisa ditemukan di Pulau Kalimantan.
*Tengu adalah makhluk mitologi Jepang. Tengu memiliki wajah merah dan hidung yang luar biasa panjang. Tengu juga memiliki sepasang sayap, serta kuku kaki dan tangan yang sangat panjang.

sumber : http://haxims.blogspot.com
Read More : 6 Hewan Langka Dari Indonesia Yang Mirip dengan Hewan Mitologi

Dinasti Zhou

Dinasti Zhou



Dinasti Zhou (Hanzi: 周朝, hanyu pinyin: Zhou Chao) (1066 SM - 221 SM) adalah dinasti terakhir sebelum Cina resmi disatukan di bawah Dinasti Qin. Dinasti Zhou adalah dinasti yang bertahan paling lama dibandingkan dengan dinasti lainnya dalam sejarah Cina, dan penggunaan besi mulai diperkenalkan di Cina mulai zaman ini.

Sejarah

Mandat langit

Sesuai tradisi feodal Cina, para penguasa Zhou mengantikan Dinasti Shang (Yin) dan mengesahkan aturan yang menetapkan mereka sebagai mandat langit, dimana para penguasa memerintah atas mandat dari langit. Bila mandat dari langit dicabut, rakyat berhak menggulingkan penguasa tadi. Perintah langit ditetapkan oleh asumsi nenek moyang Zhou, Tian-Huang-Shangdi, berada di atas nenek moyang Shang, Shangdi. Doktrin ini menjelaskan dan membenarkan kekalahan Dinasti Xia dan Shang, dan pada waktu yang sama mendukung hak kekuasaan para penguasa sekarang dan masa depan.

Bangsawan keluarga Ji

Dinasti Zhou didirikan oleh keluarga Ji (姬) beribukota di Hao (鎬, sekarang di sekitar Xi'an), meneruskan corak budaya dan bahasa dari dinasti sebelumnya, ekspansi Zhou pada awalnya adalah melalui penaklukan. Secara berangsur-angsur Zhou memperluas budaya Shang sampai ke wilayah utara Sungai Panjang.

Pada awalnya keluarga Ji mengendalikan negara Zhou secara terpusat. Di tahun 771 SM, setelah Raja You (周幽王) menggantikan ratunya dengan Selir Baosi, ibukota diserang oleh kekuatan gabungan dari ayah ratu, pangeran Shen yang bersekutu dengan suku-suku asing. Kemudian, putra sang ratu, Ji Yijiu (姬宜臼) dinaikkan menduduki tahta sebagai raja baru oleh para bangsawan dari negara Zheng, Lü, Qin dan pangeran Shen. Ibukota negara kemudian terpaksa dipindahkan ke sebelah timur di tahun 722 SM, tepatnya ke Luoyang di propinsi Henan sekarang.

Pembagian Dinasti Zhou Barat dan Zhou Timur

Oleh karena pemindahan ibukota ini, para sejarahwan kemudian membagi Dinasti Zhou menjadi Dinasti Zhou Barat (西周) dari akhir abad ke-10 SM sampai dengan tahun 771 SM, serta Dinasti Zhou Timur (東周) dari tahun 770 SM sampai dengan tahun 221 SM. Tahun permulaan Zhou Barat tetap masih dalam perdebatan, antara – tahun 1122 SM, tahun 1027 SM atau tahun lain dalam ratusan tahun dari akhir abad ke-12 SM. Pada umumnya, sejarawan Cina menetapkan tahun 841 SM sebagai tahun awal mula dari tahun pemerintahan Dinasti Zhou dalam sejarah Cina.

Dan berdasarkan sejarahwan Cina terkenal, Sima Qian di dalam karya tulisnya Catatan Sejarah Agung, Zhou Timur dibagi lagi dalam dua zaman yaitu Zaman Musim Semi dan Gugur dan Zaman Negara-negara Berperang.

Kemunduran

Setelah perpecahan di pusat kekuasaan, pemerintah Zhou makin lemah dalam menjalankan pemerintahan. Setelah Raja Ping (周平王), raja-raja Zhou yang kemudian berkuasa tidak memiliki kekuasaan yang nyata karena kekuasaan sebenarnya ada di tangan para bangsawan yang kuat. Mendekati penghujung Dinasti Zhou, para bangsawan tidak meletakkan lagi eksistensi keluarga Ji sebagai simbol pemersatu kerajaan dan masing-masing mengangkat diri mereka sendiri sebagai raja. Dinasti Zhou pecah menjadi beberapa negara kecil-kecil yang bertempur satu sama lainnya. Zaman ini kemudian terkenal sebagai Zaman Negara-negara Berperang, di mana kemudian diakhiri dengan penyatuan Cina di bawah Dinasti Qin.

Pertanian

Pertanian di Dinasti Zhou sangat intensif dan dalam banyak kesempatan diarahkan langsung oleh pemerintah. Semua tanah pertanian dimiliki oleh para bangsawan, yang kemudian memberikan tanah mereka kepada budak mereka. Sebagai contoh, suatu lahan dibagi menjadi sembilan bujur sangkar dalam ukuran jing (巾), dengan hasil gandum dari pertengahan bujur sangkar diambil oleh pemerintah dan sisanya disimpan oleh petani. Dengan cara ini, pemerintah bisa menyimpan surplus makanan dan mendistribusikan kembali pada waktu kelaparan atau panen tidak baik. Beberapa sektor manufactur penting selama periode ini termasuk kerajinan perunggu, yang di integralkan dalam pembuatan senjata dan perkakas pertanian. Sekali lagi, industri ini dikuasai oleh bangsawan yang mengarahkan material produksi.

Daftar Raja Dinasti Zhou

Penguasa Dinasti Zhou masih bergelar raja (王), dikarenakan gelar kaisar (皇帝) baru diperkenalkan pada zaman Dinasti Qin. Di bawah adalah tabel daftar raja-raja penguasa Dinasti Zhou Barat dan Timur.
Nama pribadi Gelar Masa berkuasa1 Sebutan populer
Ji Fa
姬發 Wuwang
武王 1046 SM-1043 SM1 Zhou Wuwang
(Raja Wu dari Zhou)
Ji Song
姬誦 Chengwang
成王 1042 SM-1021 SM1 Zhou Chengwang
(Raja Cheng dari Zhou)
Ji Zhao
姬釗 Kangwang
康王 1020 SM-996 SM1 Zhou Kangwang
(Raja Kang dari Zhou)
Ji Xia
姬瑕 Zhaowang
昭王 995 SM-977 SM1 Zhou Zhaowang
(Raja Zhao dari Zhou)
Ji Man
姬滿 Muwang
穆王 976 SM-922 SM1 Zhou Muwang
(Raja Mu dari Zhou)
Ji Yihu
姬繄扈 Gongwang
共王 922 SM-900 SM1 Zhou Gongwang
(Raja Gong dari Zhou)
Ji Jian
姬? Yiwang
懿王 899 SM-892 SM1 Zhou Yiwang
(Raja Yi dari Zhou)
Ji Pifang
姬辟方 Xiaowang
孝王 891 SM-886 SM1 Zhou Xiaowang
(Raja Xiao dari Zhou)
Ji Xie
姬燮 Yiwang
夷王 885 SM-878 SM1 Zhou Yiwang
(Raja Yi dari Zhou)
Ji Hu
姬胡 Liwang
厲王 877 SM-841 SM1 Zhou Liwang
(Raja Li dari Zhou)
  Gonghe (masa transisi)
共和 841 SM-828 SM Kabupaten Gonghe
Ji Jing
姬靜 Xuanwang
宣王 827 SM-782 SM Zhou Xuanwang
(Raja Xuan dari Zhou)
Ji Gongsheng
姬宮湦 Youwang
幽王 781 SM-771 SM Zhou Youwang
(Raja You dari Zhou)
Berakhirnya Dinasti Zhou Barat / Dimulainya Dinasti Zhou Timur
Ji Yijiu
姬宜臼 Pingwang
平王 770 SM-720 SM Zhou Pingwang
(Raja Ping dari Zhou)
Ji Lin
姬林 Huanwang
桓王 719 SM-697 SM Zhou Huanwang
(Raja Huan dari Zhou)
Ji Tuo
姬佗 Zhuangwang
莊王 696 SM-682 SM Zhou Zhuangwang
(Raja Zhuang dari Zhou)
Ji Huqi
姬胡齊 Xiwang
釐王 681 SM-677 SM Zhou Xiwang
(Raja Xi dari Zhou)
Ji Lang
姬閬 Huiwang
惠王 676 SM-652 SM Zhou Huiwang
(Raja Hui dari Zhou)
Ji Zheng
姬鄭 Xiangwang
襄王 651 SM-619 SM Zhou Xiangwang
(Raja Xiang dari Zhou)
Ji Renchen
姬壬臣 Qingwang
頃王 618 SM-613 SM Zhou Qingwang
(Raja Qing dari Zhou)
Ji Ban
姬班 Kuangwang
匡王 612 SM-607 SM Zhou Kuangwang
(Raja Kuang dari Zhou)
Ji Yu
姬瑜 Dingwang
定王 606 SM-586 SM Zhou Dingwang
(Raja Ding dari Zhou)
Ji Yi
姬夷 Jianwang
簡王 585 SM-572 SM Zhou Jianwang
(Raja Jian dari Zhou)
Ji Xiexin
姬泄心 Lingwang
靈王 571 SM-545 SM Zhou Lingwang
(Raja Ling dari Zhou)
Ji Gui
姬貴 Jingwang
景王 544 SM-521 SM Zhou Jingwang
(Raja Jing dari Zhou)
Ji Meng
姬猛 Daowang
悼王 520 SM Zhou Daowang
(Raja Dao dari Zhou)
Ji Gai
姬丐 Jingwang
敬王 519 SM-476 SM Zhou Jingwang
(Raja Jing dari Zhou)
Ji Ren
姬仁 Yuanwang
元王 475 SM-469 SM Zhou Yuanwang
(Raja Yuan dari Zhou)
Ji Jie
姬介 Zhendingwang
貞定王 468 SM-442 SM Zhou Zhendingwang
(Raja Zhending dari Zhou)
Ji Quji
姬去疾 Aiwang
哀王 441 SM Zhou Aiwang
(Raja Ai dari Zhou)
Ji Shu
姬叔 Siwang
思王 441 SM Zhou Siwang
(Raja Si dari Zhou)
Ji Wei
姬嵬 Kaowang
考王 440 SM-426 SM Zhou Kaowang
(Raja Kao dari Zhou)
Ji Wu
姬午 Weiliewang
威烈王 425 SM-402 SM Zhou Weiliewang
(Raja Weilie dari Zhou)
Ji Jiao
姬驕 Anwang
安王 401 SM-376 SM Zhou Anwang
(Raja An dari Zhou)
Ji Xi
姬喜 Liewang
烈王 375 SM-369 SM Zhou Liewang
(Raja Lie dari Zhou)
Ji Bian
姬扁 Xianwang
顯王 368 SM-321 SM Zhou Xianwang
(Raja Xian dari Zhou)
Ji Ding
姬定 Shenjingwang
慎靚王 320 SM-315 SM Zhou Shenjingwang
(Raja Shenjing dari Zhou)
Ji Yan
姬延 Nanwang
赧王 314 SM-256 SM Zhou Nanwang
(Raja Nan dari Zhou)
  Huiwang
惠王 255 SM-249 SM Zhou Huiwang2
(Raja Hui dari Eastern Zhou)
1 Masa permulaan Dinasti Zhou yang diterima secara luas pertama kalinya adalah pada tahun 841 SM, di masa pemerintahan transisi Gonghe. Data masa berkuasa di dalam tabel ini bersumber dari Projek Kronologi Xia-Shang-Zhou yang dispensori oleh pemerintahan Cina yang dipublikasi pada tahun 2000.
2 Keluarga bangsawan keluarga Ji mendudukkan Raja Hui sebagai pengganti Raja Nan setelah ibukota Luo Yang ditaklukkan oleh pasukan Qin pada tahun 256 SM. Raja Nan secara umum dipandang sebagai penguasa terakhir Dinasti Zhou.

sumber: wikipedia.org
Read More : Dinasti Zhou

Bangsa Viking

Bangsa Viking



Viking adalah suku bangsa dari "Skandinavia", yaitu yang termasuk di dalamnya daratan Norwegia, Denmark, dan Swedia. Diantara tahun 800 dan 1100 M, mereka menduduki, menjarah, menyisir sepanjang pantai barat laut Eropa, sungai-sungai, dan pulau di Eropa, bagian timur Eropa, serta pesisir timur laut Amerika Utara, sampai ke Rusia, dan Konstantinopel, dalam kapal panjang, untuk mencari dan membawa barang rampasan yang sangat berharga.

Kata Viking dipakai belakangan ini saja, masyarakat waktu itu menyebut mereka dengan "Norsemen" (orang utara), sedangkan sumber-sumber utama di Rusia dan Bizantium menyebut mereka dengan nama "Varangian". Sampai sekarang orang Skandinavia modern masih merujuk kepada diri mereka sebagai "Nordbor" (penduduk utara)

Kata Viking mungkin juga berasal dari kata "Vik", yaitu sebuah kota pusat perompak di Norwegia. Ketika para Norsemen pergi sebagai seorang 'Viking', berarti mereka bertarung sebagai seorang perompak. Bangsa Viking Swedia yang menetap di Eropa Timur, mungkin disebut sebagai "Runs", dan jadilah Rusia sebagai nama mereka.

Para Viking membanggakan diri atas keberanian mereka saat berperang, sebagian besar berperang dengan berjalan kaki dan membawa pedang, tombak, serta kapak, sedangkan, para petingginya menggunakan kuda perang. Pasukan "pengejut" disebut "berserker", merekalah yang memimpin serangan

Berserker adalah bangsa Norse dengan ciri khas 'tanpa mengenakan baju perang besi', dengan tampang yang bengis dan tubuh yang kekar, serta sifatnya yang brutal. Sebelum berperang, mereka menjadi gila bertempur karena mabuk dan narkotika, serta mempercayakannya pada Dewa mereka, yaitu "Odin" (Dewa Perang Bangsa Viking), agar mereka tetap selamat.

Dewa Odin pada Mitologi Nordik, merupakan pemimpin para dewa, yang memiliki peran, sebagai : Dewa Kebijaksaan, Dewa Perang dan Pertempuran, dan Dewa Kematian. Dia dan istrinya, Frigg, adalah penguasa Asgard, termasuk Valhalla, yang merupakan surga bangsa Viking setelah kematian, tempat dimana mereka akan dijamu oleh Dewa Odin sebagai para pahlawan yang tewas dalam pertempuran.


Dewa Odin

Valhalla berada pada Ibukota dari Sembilan Dunia, yaitu Asgard, yang merupakan dunia para Æsir, yaitu golongan Dewa-Dewi tinggi yang paling berkuasa.

Armada laut


Kapal Viking

Para Viking umumnya terkenal karena merupakan pelaut yang ulung dan tangguh. Kapal-kapal kayu yang mereka buat yang disebut kapal panjang, merupakan sebuah kontruksi kapal laut yang sangat kokoh, ringan, dan mempunyai bagian bawah yang datar, memungkinkan mereka untuk berlayar di sungai yang dangkal dan juga diperairan terbuka. Kapal ini pun mudah dikendalikan untuk perjalanan ekpedisi dengan yang nagivator berpengalaman.

Di Eropa Timur, kapal Bangsa Viking membawa mereka sampai ke pedalaman dan menyusuri berbagai sungai. Mereka bertualang sangat jauh sampai ke daerah Rusia dan Ukraina, kadang-kadang merampok menyisir konstantinopel, yang sering disebut Miklagard / Kota Besar.
Sedangkan para Viking yang tinggal di Perancis Utara disebut Bangsa Norman. Raja mereka yang terkenal adalah William Sang Penakluk, yang menduduki Inggris di tahun 1066.


perang Hafrsfjord

Wilayah yang kemudian menjadi Norway (Norwegia), tidak disatukan hingga tahun 800. Namun, sebelumnya sudah ada usaha untuk menyatukannya. Dua jenis komunitas dibentuk, yaitu : majelis atau "tings", yang dikelola disekitar Alting, dan kerajaan-kerajaan kecil.

Tentunya ada beberapa alasan yang mendasari, tidak terkecuali keinginan para petani untuk perdamaian dan stabilitas, terutama di daerah pesisir pantai. Hal ini secara berulang kali di ganggu oleh para perampok dan pelecehan bangsa Viking yang kembali
Daerah pesisir pantai memiliki kekayaan dalam bentuk barang curian yang diperdagangkan. Para raja dari kerajaan kecil menciptakan pernikahan antar kerajaan, yang kemudian menciptakan kekuasaan yang besar.

Raja-raja kecil di Viken – area yang mengelilingi Fjord Oslo, memainkan peran penting dalam proses ini. Kekuasaan mereka secara tetap terus meningkat setelah distrik demi distrik berada dalam kekuasaan mereka.
Setelah perang di Hafrsfjord dekat Stavanger, kira-kira tahun 872, Raja Harad Fairhair memperkuat posisinya sebagai penguasa area yang lebih besar. Namun, proses penyatuan yang berlanjut selama beberapa abad setelahnya, menciptakan pertarungan antara para pemimpin suku Norwegia, dan antara Norwegia dengan masyarakat lain di Utara. Pada tahun 1060, proses penyatuan diselesaikan.

Karena tidak adanya sumber tertulis, maka yang diketahui mengenai jaman ini banyak berdasar pada penemuan arkeologi serta cerita-cerita yang beredar. Walaupun kemudian hal-hal tersebut dituangkan dalam tulisan, cerita tersebut berdasarkan pada dongeng yang diturunkan antar generasi pada Mitologi Nordik, yang merupakan kepercayaan masyarakat Eropa utara (Norwegia, Denmark, Swedia, Islandia) sebelum kedatangan agama Kristen. Secara keseluruhan, cerita tersebut mengungkapkan bahwa pada zaman Viking merupakan yang terkaya dalam sejarah pra-sejarah di Utara, Norway.

Namun, dalam cerita-cerita tersebut, tidak semua Bangsa Viking perompak, di tanah airnya, mereka adalah petani, nelayan, pedagang, dan pengrajin, dan yang paling terkenal sebagai perompak. Diantara mereka banyak yang pergi bergabung bersama perompak dan hidup di Perancis utara, Inggris Utara, dan Irlandia. Kerap kali mereka menyerang Inggris dan Irlandia, lalu menjarah hingga ke Gibraltar dan Mediterania.

Terkadang mereka pun memperdagangkan barang-barang dari hasil rampasan. Mereka ini biasanya para perompak yang seringkali gagal dalam berniaga.

Banyak akademis menganggap, penjarahan biara Lindisfarne pada tahun 793, di pesisir North East England sebagai awal Era Viking. Di bagian Barat dan Barat Daya Eropa, hingga saat ini Viking masih dianggap sebagai penjahat kejam yang menciptakan kekacauan dengan menggunakan api dan pedang. Hanya sebagian dari anggapan ini yang benar.

Viking juga datang secara damai untuk berdagang atau bermukim. Bangsa Viking Norwegia bermukim di Orkney Isles, Shetlands, Hebrides dan Pulau Man. Dataran utama di Utara Skotlandia dan Irlandia juga menjadi daerah pemukiman mereka, serta Dublin yang didirikan oleh Viking pada sekitar tahun 840, yang berada dibawah kekuasaan Nordik hingga tahun 1171.

Di Iceland dan Greenland, Viking Norwegia menemukan tanah kosong, dimana mereka menetap dan membangun komunitas. Iceland saat ini diturunkan langsung dari pemukiman Viking. Namun di Greenland, komunitas Norse meninggal beberapa abad kemudian karena alasan yang tidak jelas.

Bangsa Viking membuat kapal yang kuat dan mudah dikendalikan untuk perjalanan ekpedisi dengan nagivator berpengalaman di laut, secara berkala melakukan perjalanan ke Amerika dan kembali.

Cerita mengatakan bahwa Leif Eriksson yang menemukan “Wineland the Good” pada tahun 1001, namun hingga saat ini para akademisi berpendapat bahwa Viking telah mencapai Amerika sebelum Leif. Era Viking mencapai puncak pada tahun 1066 ketika Raja Norwegia, Harald Hardruler dan serdadunya dikalahkan pada Perang Stamford Bridge di England.
Leif Eriksson, yang dalam saga Islandia dikatakan, keturunan para pemimpin Viking Norwegia yang mendirikan perkampungan Eropa pertama di Greenland sekitar tahun 985, kemungkinan besar adalah orang Eropa pertama yang menemukan Amerika sekitar tahun 1000. Perkampungan yang didirikannya kemungkinan besar adalah di L'Anse aux Meadows, yaitu di New found land dan Labrador, Kanada.



Istilah Abad Viking telah dipakai untuk menyebut periode sejarah Skandinavia dari tahu 800 sampai 1066, yaitu sampai pada kematian dari Harald III Sigurdsson.

Sebutan Viking secara luas dapat pula digunakan untuk menyebut seluruh populasi Skandinavia di Abad Viking beserta perkampungan-perkampungan sebarannya. Sebagai contoh, para pedagang dan perompak di masa tersebut yang berasal dari pantai timur Laut Baltik dalam saga Islandia mula-mula disebut sebagai Vikinger fra Estland, atau dalam bahasa Norwegia ialah Viking Estonia.

Penjelajahan bangsa Viking semakin berkurang dan akhirnya berhenti hingga sekarang yang terdengar hanyalah kisah-kisah keperkasaan mereka dalam menaklukkan lautan lewat sebuah legenda.



Sumber : Wikipedia©, misteridunia.wordpress.com
Read More : Bangsa Viking

Peradaban Minoa

Peradaban Minoa



Peradaban Minoa adalah sebuah peradaban di Kreta, sebuah pulau dekat daratan Yunani. Peradaban ini dimulai pada Zaman Perunggu antara tahun 3000 dan 2700 SM, dan berlangsung sampai 1450 SM. [1] Peradaban ini ditemukan kembali pada awal abad ke-20 oleh seorang arkeolog Inggris Sir Arthur Evans. Peradaban ini disebut sebagai awal mata rantai peradaban Eropa."[2] Pulau Kreta relah dihuni manusia sejak 7000 SM, pada zaman neolitikum. Akan tetapi baru menjelang 5000 SM bukti awal pertanian mulai muncul, hal ini menandai bermulanya peradaban ini.

Peradaban Minoa terkenal dengan perdagangan lautnya dan kota-kotanya yang teratur. Orang-orang Minoa memiliki sistem pertanian yang mengutamakan zaitun dan anggur. Agama mereka lebih banyak memuja dewi. Peradaban Minoa digantikan oleh Peradaban Mikenai.
Tidak diketahui dengan nama apa bangsa Minoa menyebut diri mereka sendiri. Istilah "Minoa" pertama kali diajukan oleh Arthur Evans berdasarkan tokoh mitos Raja Minos.[3] Minos dikaitkan dengan Mitologi Yunani dengan labirin, yang diidentifikasi oleh Evans dengan suatu situs di Knossos. Seringkali dinyatakan bahwa sebuah nama tempat yang disebut oleh bangsa Mesir kuno dengan "Keftiu" (*Káftiu kftiw) dan oleh bangsa Semit "Kaftor" atau "Caphtor" dan "Kaptara" dalam arsip Mari, merujuk pada pulau Kreta. "Dalam beberapa hal beberapa pengetahuan mengenai Caphtor/Keftiu hanya bisa dikaitkan dengan Kreta," [4] Dalam kisah Odiseus, yang disusun berabad-abad setelah kehancuran peradaban Minoa, Homer menyebut nama suku bangsa penghuni pulau Kreta dengan Eteokreta ("Kreta sejati"); kemungkinan mereka adalah keturunan bangsa Minoa.

Istana Minoa (anaktora) adalah peninggalan bangunan paling terkenal yang telah digali dan diteliti di pulau Kreta. Bangunan monumental ini berfungsi sebagai pusat administrasi pemerintahan berdasarkan bukti ditemukannya banyak arsip oleh arkeolog. Istana ini bertingkat dengan tangga di luar dan di dalam kompleks bangunan, sumur, tiang, gudang, dan halaman.

Bangsa Minoa bukanlah bangsa Indo-Eropa mereka berkerabat dengan penduduk pra-Yunani di daratan Yunani dan Anatolia barat yang disebut bangsa Pelasgia.[5]

Masyarakat dan budaya


Uang tembaga Minoa

Bangsa Minoa adalah bangsa pedagang yang terlibat perdagangan internasional. Budaya mereka, sejak tahun 1700 SM dan seterusnya, menunjukkan suatu budaya yang terorganisasi dengan baik.

Benda-benda yang dihasilkan bangsa Minoa menunjukkan bahwa telah terjalin hubungan dengan daratan Yunani (terutama Mikenai, serta Siprus, Suriah, Anatolia, Mesir, Mesopotamia, dan jauh ke barat hingga pantai Spanyol.

Lelaki Minoa mengenakan kain cawat dan kilt (semacam rok). Perempuannya mengenakan jubah dengan lengan baju yang pendek serta rok berlapis yang mengembang. Kerah baju mereka sangat rendah sehingga menampilkan payudara yang terbuka. Perempuannya juga ada yang mengenakan baju ketat tanpa tali kutang (strapless). Pola pakaiannya menekankan pada pola geometrik simetris.

Agama bangsa Minoa lebih memuja dewi dengan pendeta perempuan sebagai penghubungnya.[6] Patung pendeta perempuan dalam budaya Minoa dan lukisan dinding menampilkan lelaki dan perempuan berpartisipasi dalam semacam olahraga melompati banteng, membuat para ahli menyimpulkan bahwa lelaki dan perempuan memiliki status sosial yang setara dalam sistem sosial Minoa. Diduga sistem warisnya adalah matrilineal. Fresko (lukisan dinding) banyak menampilkan berbagai macam orang, jender (jenis kelamin) dibedakan berdasarkan warna kulit: laki-laki berwarna kulit coklat kemerahan, sementara perempuan berkulit putih.

Kesenian


Lukisan dinding "lompat banteng", ditemukan di situs Knossos, menunjukkan bahwa terdapat suatu olahraga atau ritual keagamaan melompati seekor banteng, figur manusia berkulit gelap adalah lelaki, sedangkan yang berkulit terang adalah perempuan.

Koleksi seni Minoa dipamerkan di museum Heraklion, dekat Knossos di pantai utara pulau Kreta. Karena kayu dan tekstil telah lama musnah, benda peninggalan yang tersisa dari peradaban Minoa adalah tembikar, arsitektur istana dengan dinding yang dilukisi fresko, patung batu, serta batuan Minoa yang diukir halus.

Tembikar

Pada periode awal Minoa, keramik ditandai dengan pola garis linear berpola spiral, segitiga, kurva, silang, tulang ikan, dan lain-lain. Pada periode Minoa pertengahan, desain naturalistik mulai muncul, seperti gambar ikan, cumi-cumi, burung, dan bunga lili. Pada periode akhir Minoa, motif flora dan fauna paling banyak ditemukan dan semakin kaya jenis gambarnya. Gaya kesenian istana Knosso menampilkan karakteristik geometrik yang kuat dan penyederhanaan gaya naturalistik dan bentuk serta lukisan dengan pewarnaan monokrom. Patut dicatat bahwa terdapat kemiripan antara gaya kesenian Minoa akhir dengan seni Mikaneai. Fresko merupakan bentuk kesenian paling lazim pada periode akhir kebudayaan Minoa.

sumber: wikipedia.org
Read More : Peradaban Minoa

Keluarga Fujiwara

Keluarga Fujiwara



Fujiwara (藤原?) adalah nama keluarga di Jepang. Di zaman kuno hingga abad pertengahan, Fujiwara menunjukkan gelar kebangsawanan.

Di zaman Heian, klan Fujiwara merupakan klan bangsawan, tapi sejak zaman Kamakura menjadi nama keluarga yang digunakan bersama oleh lima percabangan keluarga Fujiwara: Konoe, Takatsukasa, Kujō, Nijō, dan Ichijō. Kelima keluarga tersebut tidak menggunakan nama Fujiwara, kecuali untuk penulisan di dalam dokumen resmi.

Asal-usul

Berkat jasanya dalam Reformasi Taika, Nakatomi no Kamatari mendapat nama keluarga Fujiwara no Ason dari Kaisar Tenchi. Fujiwara no Ason berarti Fujiwara bergelar Ason (salah satu gelar dalam sistem Yakusa no Kabane). Pada waktu itu, klan Fujiwara merupakan salah satu dari 4 klan ternama: Minamoto, Taira, Fujiwara, dan Tachibana. Sebutan lain untuk klan Fujiwara adalah Tōshi, karena aksara kanji untuk "Fuji" juga dibaca sebagai Tō, sedangkan shi berarti klan.

Nama keluarga Fujiwara diterima Nakatomi no Kamatari sesaat sebelum meninggal. Setelah Kamatari meninggal, seorang anggota klan Nakatomi yang menjabat Udaijin, Nakatomi no Kane bersalah memimpin Perang Jinshin dan dihukum mati. Keluarga Nakatomi dari garis keturunan Kamatari sempat terancam binasa walaupun tidak terlibat pemberontakan. Setelah itu, di masa pemerintahan Kaisar Temmu, keturunan Kamatari menerima nama keluarga Fujiwara bergelar Ason. Saat itu, putra kedua Kamatari yang bernama Fuhito masih terlalu muda, dan sementara menunggu Fuhito menjadi dewasa, Nakatomi no Omimaro (sepupu Kamatari yang menjadi suami dari putri Kamatari) secara resmi memakai nama Fujiwara no Ason. Setelah dewasa, Fujiwara no Fuhito tumbuh menjadi pemimpin yang cerdas. Selain putra pewaris Kamatari (Fujiwara no Fuhito), keluarga Nakatomi yang sempat menyandang nama Fujiwara harus kembali menggunakan nama keluarga Nakatomi. Keputusan ini diambil untuk mengukuhkan klan Fujiwara sebagai pejabat Daijō-kan dan klan Nakatomi sebagai pejabat dalam Kementerian Jingi-kan. Putri Fujiwara no Fuhito yang bernama Kōmyōshi disebut Permaisuri Kōmyōshi setelah menikah dengan Kaisar Shōmu.

Empat keluarga Fujiwara

Setelah Fujiwara no Fuhito meninggal, Pangeran Obito yang naik tahta sebagai Kaisar Shōmu. Di masa pemerintahan Kaisar Shōmu terjadi pertentangan politik antara keempat putra Fujiwara no Fuhito yang disebut Empat bersaudara Fujiwara dan politikus bernama Nagaya no Ōkimi. Pada tahun 729, Nagaya no Ōkimi dituduh memberontak dan bunuh diri. Setelah itu, empat bersaudara Fujiwara membentuk Empat keluarga Fujiwara yang terdiri dari:

Keluarga Fujiwara Selatan (Fujiwara Nanke)
Keluarga Fujiwara Utara (Fujiwara Hokke)
Keluarga Fujiwara Shiki (Fujiwara Shikike)
Keluarga Fujiwara Kyō (Fujiwara Kyōke).

Ketika terjadi wabah cacar di tahun 737, keempat Fujiwara bersaudara ikut terjangkit cacar dan meninggal. Tachibana no Moroe, biksu Genbō, dan Kibi no Makibi menyusun rencana untuk menjatuhkan klan Fujiwara, namun digagalkan Fujiwara no Nakamaro. Kegagalan serupa juga dialami Tachibana no Naramaro yang bermaksud merebut kedudukan Fujiwara no Nakamaro.

Selanjutnya, empat keluarga Fujiwara sempat mengalami jatuh bangun dan hanya keluarga Fujiwara Utara saja yang terus berjaya sejak pertengahan zaman Heian. Putra Fujiwara no Fuyutsugu yang bernama Fujiwara no Yoshifusa memiliki hubungan darah dengan Kaisar Seiwa, dan diangkat sebagai pejabat Sessho. Selanjutnya keluarga Fujiwara secara turun temurun diangkat menjadi pejabat Sessho dan Kampaku.

sumber: wikipedia.org
Read More : Keluarga Fujiwara

Babylonia

Babylonia



Babylonia adalah salah satu kota terhebat dalam dunia kuno. Kota ini berdiri di tepian Sungai Eurafat,di dekat tempat yg sekarang disebut Al Hillah di Irak.
Babylonia mencapai puncak kejayaannya dalam dua tahap: Kerajaan Babylonia lama (1792-1234 SM)dan Kerajaan Babylonia baru (626-539 SM).
Babylonia tumbuh menjadi kota sejak tahun 2200SM,tetapi hanya saat Hammurabi menjadi raja di tahun 1729 kota ini sangat berkuasa. Di massa pemerintahannya selama 42 tahun,penaklukan yg dilakukan Hammurabi membuat Babylonia menjadi sebuah Kerajaan maha besar di Mesopotamia.
Tapi,setelah Hammurabi wafat,kekuasaan Babylonia menurun dan Bangsa Assyria merebut kekuasaan. Setelah mendapatkan perlawanan dari Bangsa Babylonia,Bangsa Assyiria menghancurkan kota ini di tahun 69 SM,hanya untuk membangunnya kembali 11 tahun kemudian.
Hanya dalam waktu 60 tahun, raja Babylonia, Nabopolassar dan putranya, NebuchadnezzarII, menghancurkan Bangsa Assyiria dan membangun kembali kerajaan Babylonia yg baru.
Dibawah kekuasaan NebuchadnezzarII, Babylonia menjadi kota yg luas dan mengagumkan dengan 250.000 orang, dipenuhi istana-istana megah,kuil-kuil,dan rumah-rumah.
Babylonia dikelilingi oleh tembok setebal 26 meter dilapisi dengan batu bata berwarna biru,dihiasi dengan naga,singa,benteng, serta dihubungkan dengan 8 pintu gerbang raksasa yg tebuat dari perunggu. Gerbang paling mewah adalah Ishtar Gate,yg terbuka langsung ke arah jalan berpaving, Processional Street.
Rakyat Babylonia sangat yakin akan kekuatan mereka. Konon, Raja Belshazzar tengah berpesta ketika Bangsa Persia yg dipimpin olaeh Cyrus,menyerang.Paa prajurit Cyrus menggali kanal untuk membelokkan Sungai Eufrat,lalu menyelinap ke dalam kota sepanjang tepi sungai. Cyrus menulis " you are weighedin the blance,and aare found waiting"
Read More : Babylonia

Cleopatra

Cleopatra



Cleopatra(bahasa Yunani: Κλεοπάτρα Φιλοπάτωρ; Januari 69 SM – 12 Agustus 30 SM) adalah ratu Mesir kuno, anggota terakhir dinasti Ptolemeus. Walaupun banyak ratu Mesir lain yang menggunakan namanya, dialah yang dikenal dengan nama Cleopatra, dan semua pendahulunya yang bernama sama hampir dilupakan orang.

Ia adalah penguasa Mesir bersama ayahnya Ptolemeus XII, saudara laki-laki sekaligus suaminya: Ptolemeus XIII dan Ptolemeus XIV, dan akhirnya anaknya Caesarion. Cleopatra berhasil mengatasi kudeta yang dirancang oleh pendukung saudara laki-lakinya dengan bersekutu dengan Julius Caesar dan dilanjutkan Mark Antony. Cleopatra memiliki 1 anak dari Julius Caesar dan 3 anak dari Mark Antony (dua diantaranya adalah kembar).

Cleopatra bunuh diri sewaktu Augustus (Octavianus) naik tahta dan menyerang Mesir, dengan cara memasukkan tangannya sendiri kedalam keranjang penuh ular berbisa ( Asp / sejenis Cobra asal Afrika Utara).
Masa kecil

Sedikit yang diketahui tentang masa kecil Cleopatra, tetapi Cleopatra berdarah Yunani, bukan keturunan Mesir. Ia dilahirkan pada awal tahun 69 SM, anak ke-3 dari 6 orang dan lahir di kalangan Dinasti Ptolemaik Yunani. Ia mempunyai 2 orang kakak dan seorang adik perempuan serta dua adik laki-laki. Ia dilahirkan dan dibesarkan di Alexandria yang merupakan kota terbesar dan termewah saat itu.

Kerajaan dari ayah Cleopatra tidak aman akibat tekanan dan konflik dari luar dan dalam perebutan kekuasaan, serta konflik dalam seperti pemerintahan sentralisasi dan korupsi politik. Hal ini memimpin pemberontakan dan hilangnya Siprus dan Cyrenaica yang menyebabkan masa kekuasaan Ptolemeus sebagai salah satu yang paling mematikan di dinasti tersebut. Semasa kecil, Cleopatra telah melihat persengketaan dalam keluarganya sendiri. Dikatakan bahwa ayahnya selamat dari 2 usaha pembunuhan ketika seoragn pelayan menemukan ular berbisa yang mematikan di tempat tidurnya dan pelayan yang mencicipi minuman anggur tuannya yang selanjutnya pelayan tersebut meninggal. Kakak perempuan tertuanya, Tryphaena juga mencoba untuk meracuni Cleopatra sehingga ia mulai menggunakan juru cicip. Ketika ia berusia belasan tahun, ia menyaksikan kejatuhan ayahnya sendiri dan ayahnya menjadi boneka Kekaisaran Romawi akibat beban utang yang terlalu tinggi, tetapi masih berharap agar Romawi tidak menaklukan Mesir. Keadaan itu menyebabkan Ptolemeus XII diusir rakyat dari Alexandria yang akhirnya melarikan diri ke Romawi. Pada tahun 58 SM, ibunya, Cleopatra V mengambil alih pemerintahan bersama anaknya, Berenice IV dengan bantuan gubernur Suriah yang dikuasai Romawi, Aulus Gabinius selama setahun hingga ibunya meninggal, lalu Berenice IV memerintah sendiri. Ptolemeus XII menggulingkan anak perempuan tertuanya pada tahun 55 SM dan menghukum mati anaknya, Berenice IV. Kakak perempuan Cleopatra lainnya, Tryphaena mengambil tahta dan tidak lama kemudian ia meninggal yang menyisakan Cleopatra dengan suaminya dan adiknya, Ptolemeus XIII sebagai penerus tahta.

Dari ayahnya, Ptolemeus XII, Cleopatra mengetahui akan kekuatan leluhurnya. Leluhurnya telah melakukan penaklukan besar hampir 3 abad yang lalu.


Silsilah keluarga Cleopatra.

Naik tahta

Ptolemeus XII meninggal pada bulan Maret tahun 51 SM, membuat Cleopatra yang saat itu berusia sekitar 18 tahun dan Ptolemeus XIII yang berusia sekitar 12 tahun sebagai pemimpin gabungan. 3 tahun pertama kekuasaan mereka sulit karena permasalahan ekonomi, kelaparan, banjir sungai Nil dan konflik politik. Walaupun Cleopatra menikahi adiknya, ia menunjukan bahwa ia tidak memiliki keinginan untuk berbagi kekuasaan dengannya.

Diturunkan dari tahta

Pada bulan Agustus tahun 51 SM, relasi mereka rusak. Cleopatra menurunkan nama Ptolemeus dari dokumen resmi dan wajahnya muncul sendiri di uang koin yang berada diluar tradisi Ptolemaik yang menyatakan bahwa pemimpin wanita dibawahkan oleh pemimpin laki-laki. Hal ini menghasilkan kelompok rahasia orang yang tidak termasuk dalam istana, dipimpin oleh eunuch Pothinus, menurunkan Cleopatra dari kekuasaan dan menjadikan Ptolemeus pemimpin pada tahun 48 SM (atau lebih awal, dan terdapat sebuah dekrit pada tahun 51 SM dengan nama Ptolemeus sendiri). Ia mencoba untuk melakukan pemberontakan disekitar Pelusium, tapi ia terpaksa melarikan diri dari Mesir dengan adiknya yang tersisa, Arsinoë.

Kembali naik tahta

Ketika Cleopatra pergi dari Mesir, Pompey melibatkan diri dalam perang saudara Romawi. Pada musim gugur tahun 48 SM, Pompey melarikan diri dari pasukan Julius Caesar ke Alexandria dan mencari suaka. Ptolemeus saat itu berusia 15 tahun dan menunggu kedatangannya. Pada tanggal 28 September 48 SM, Pompey dibunuh oleh salah satu mantan opsirnya yang sekarang bekerja untuk Ptolemaik. Ia dipenggal di depan istri dan anaknya, yang berada di kapal yang baru saja ia turuni. Ptolemeus berpikir bahwa dengan ia telah memerintahkan kematian Pompey untuk menyenangkan Julius Caesar. Hal ini adalah kesalahan Ptolemeus yang besar. Ketika Caesar tiba di Mesir dua hari kemudian, Ptolemeus memberikan kepala Pompey. Caesar yang melihat hal ini sangat marah karena fakta bahwa walaupun ia musuh politik Caesar, Pompey adalah konsul Roma dan duda dari anak Julis Caesar, Julia. Caesar menguasai ibukota Mesir dan menjadikannya wasit dari klaim antara Ptolemeus dan Cleopatra.

Cleopatra mengambil kesempatan ini dan kembali ke istana dan bertemu dengan Caesar. Dipercaya bahwa Caesar terpesona dengan langkahnya, dan Cleopatra menjadi kekasihnya. 9 bulan setelah pertemuan pertama mereka, Cleopatra melahirkan bayi. Pada saat ini, Caesar meninggalkan rencananya untuk menggabungkan Mesir, dan mendukung klaim Cleopatra atas tahta. Setelah perang saudara pendek, Ptolemeus XIII tenggelam di sungai Nil dan Caesar mengembalikan Cleopatra ke tahtanya, dengan adiknya yang lain Ptolemeus XIV sebagai wakil pemimpin baru.


Cleopatra bertemu dengan Caesar.

Hubungan Cleopatra dengan Julius Caesar

Walaupun perbedaan umur Cleopatra dan Julius Caesar sebesar 30 tahun, Cleopatra dan Caesar menjadi kekasih selama Caesar berada di Mesir tahun 48 SM sampai 47 SM. Mereka bertemu ketika Cleopatra berusia 21 tahun dan Caesar berusia 50 tahun. Pada tanggal 23 Juni 47 SM, Cleopatra melahirkan Ptolemeus Caesar (disebut "Caesarion" yang berarti "Caesar kecil"). Cleopatra mengklaim Caesar sebagai ayahnya dan berharap untuk menjadikan anak itu sebagai ahli waris, tetapi Caesar menolak dan lebih memilih cucu lelakinya, Octavian. Caesarion dimaksudkan untuk mewarisi Mesir dan Romawi, menyatukan timur dan barat.

Cleopatra dan Caesarion mengunjungi Roma pada tahun 47 SM sampai tahun 41 SM dan hadir ketika Caesar dibunuh pada tanggal 15 Maret 44 SM. Sebelum atau sesudah pembunuhan, ia kembali ke Mesir. Ketika Ptolemeus XIV meninggal karena kesehatannya memburuk, Cleopatra menjadikan Caesarion penerusnya. Untuk menjaganya dan Caesarion, adiknya Arsinoe meninggal.

Hubungan Cleopatra dengan Mark Antony

Pada tahun 42 SM, Mark Antony, salah satu orang yang berkuasa di Roma setelah kematian Caesar, memanggil Cleopatra untuk bertemu dengannya di Tarsus untuk menjawab pertanyaan kesetiaannya. Cleopatra tiba dan memikat Antony yang menyebabkan Anthony menghabiskan musim dingin tahun 41 SM–40 SM dengannya di Alexandria. Pada tanggal 25 Desember 40 SM, ia melahirkan 2 anak, Alexander Helios dan Cleopatra Selene II.

Empat tahun kemudian, tahun 37 SM, Antony mengunjungi Alexandria sekali lagi untuk berperang dengan Parthian. Ia memperbarui hubungannya dengan Cleopatra, dan sejak saat itu Alexandria menjadi rumahnya. Ia menikahi Cleopatra menurut ritus Mesir (surat dikutip di Suetonius mengusulkan ini), walaupun ia sedang berada pada waktu menikahi Octavia Minor. Ia dan Cleopatra memiliki anak yang bernama Ptolemeus Philadelphus.

Dengan donasi Alexandria pada tahun 34 SM, dan juga serangan Anthony atas Armenia, Cleopatra dan Caesarion dimahkohtai sebagai wakil pemimpin Mesir dan Siprus. Alexander Helios menjadi pemimpin Armenia, Media, dan Parthia; Cleopatra Selene II menjadi pemimpin Cyrenaica dan Libya. Ptolemeus Philadelphus menjadi penguasa Phoenicia, Suriah, dan Sisilia. Cleopatra juga mendapat gelar "Ratu atas Raja".

Sikap Anthony dipandang buruk oleh Romawi dan Octavian meyakinkan senat untuk berperang dengan Mesir. Pada tahun 31 SM, pasukan Anthony menghadapi serangan armada Romawi di pantai Actium. Dengan terjadinya pertempuran Actium, Octavian menyerang Mesir. Dengan tanpa pengungsi lain yang melarikan diri, Anthony melakukan aksi bunuh diri dengan menusukan pedangnya pada tanggal 12 Agustus 30 SM.


Anthony dan Cleopatra, dibuat oleh Lawrence Alma-Tadema.

Kematian

Mark Anthony bunuh diri yang menyebabkan Cleopatra juga bunuh diri. Tidak diketahui bagaimana ia meninggal, tetapi menurut legenda, ia mengambil keputusan untuk bunuh diri setelah ia menyadari bahwa ia gagal mencapai tujuannya. Ia meninggal akibat membiarkan dirinya digigit ular berbisa yang diselipkan kedalam bakul berisi buah ara. Dalam detik terakhir kematiannya, ia menyatakan takdirnya sebagai dewi.[2]

Anak Cleopatra, Caesarion mengklaim sebagai pharaoh Mesir, tetapi Octavian menang lebih dulu. Caesarion ditangkap dan dieksekusi, takdirnya dilaporkan dikunci oleh perkataan terkenal Octavian: "Dua Caesar terlalu banyak." Hal ini mengakhiri garis pharaoh Mesir. 3 anak dari Cleopatra dan Antony diampuni dan dibawa kembali ke Roma dan mereka dirawat oleh istri Anthony, Octavia Minor.

Pelayan Cleopatra, Iras and Charmion juga bunuh diri. Anak perempuan Anthony, Octavia diampuni dan juga anaknya, Iullus Antonius. Anaknya yang tertua, Marcus Antonius Antyllus, dibunuh ketika memohon untuk kehidupannya di Caesarium.


Gambaran kematian Cleopatra oleh Reginald Arthur.

sumber: wikipedia.org
Read More : Cleopatra

RAMAYANA


RAMAYANA



hotel melati, restourant, souvenir, transportasi
Dikisahkan di sebuah negeri bernama Mantili ada seorang puteri nan cantik jelita bernama Dewi Shinta. Dia seorang puteri raja negeri Mantili yaitu Prabu Janaka. Suatu hari sang Prabu mengadakan sayembara untuk mendapatkan sang Pangeran bagi puteri tercintanya yaitu Shinta, dan akhirnya sayembara itu dimenangkan oleh Putera Mahkota Kerajaan Ayodya, yang bernama Raden Rama Wijaya. Namun dalam kisah ini ada juga seorang raja Alengkadiraja yaitu Prabu Rahwana, yang juga sedang kasmaran, namun bukan kepada Dewi Shinta tetapi dia ingin memperistri Dewi Widowati. Dari penglihatan Rahwana, Shinta dianggap sebagai titisan Dewi Widowati yang selama ini diimpikannya. Dalam sebuah perjalanan Rama dan Shinta dan disertai Lesmana adiknya, sedang melewati hutan belantara yang dinamakan hutan Dandaka, si raksasa Prabu Rahwana mengintai mereka bertiga, khususnya Shinta. Rahwana ingin menculik Shinta untuk dibawa ke istananya dan dijadikan istri, dengan siasatnya Rahwana mengubah seorang hambanya bernama Marica menjadi seekor kijang kencana. Dengan tujuan memancing Rama pergi memburu kijang ‘jadi-jadian' itu, karena Dewi Shinta menginginkannya. Dan memang benar setelah melihat keelokan kijang tersebut, Shinta meminta Rama untuk menangkapnya. Karena permintaan sang istri tercinta maka Rama berusaha mengejar kijang seorang diri sedang Shinta dan Lesmana menunggui.

Dalam waktu sudah cukup lama ditinggal berburu, Shinta mulai mencemaskan Rama, maka meminta Lesmana untuk mencarinya. Sebelum meninggalkan Shinta seorang diri Lesmana tidak lupa membuat perlindungan guna menjaga keselamatan Shinta yaitu dengan membuat lingkaran magis. Dengan lingkaran ini Shinta tidak boleh mengeluarkan sedikitpun anggota badannya agar tetap terjamin keselamatannya, jadi Shinta hanya boleh bergerak-gerak sebatas lingkaran tersebut. Setelah kepergian Lesmana, Rahwana mulai beraksi untuk menculik, namun usahanya gagal karena ada lingkaran magis tersebut. Rahwana mulai cari siasat lagi, caranya ia menyamar yaitu dengan mengubah diri menjadi seorang brahmana tua dan bertujuan mengambil hati Shinta untuk memberi sedekah. Ternyata siasatnya berhasil membuat Shinta mengulurkan tangannya untuk memberi sedekah, secara tidak sadar Shinta telah melanggar ketentuan lingkaran magis yaitu tidak diijinkan mengeluarkan anggota tubuh sedikitpun! Saat itu juga Rahwana tanpa ingin kehilangan kesempatan ia menangkap tangan dan menarik Shinta keluar dari lingkaran. Selanjutnya oleh Rahwana, Shinta dibawa pulang ke istananya di Alengka. Saat dalam perjalanan pulang itu terjadi pertempuran dengan seekor burung Garuda yang bernama Jatayu yang hendak menolong Dewi Shinta. Jatayu dapat mengenali Shinta sebagai puteri dari Janaka yang merupakan teman baiknya, namun dalam pertempuan itu Jatayu dapat dikalahkan Rahwana.

Disaat yang sama Rama terus memburu kijang kencana dan akhirnya Rama berhasil memanahnya, namun kijang itu berubah kembali menjadi raksasa. Dalam wujud sebenarnya Marica mengadakan perlawanan pada Rama sehingga terjadilah pertempuran antar keduanya, dan pada akhirnya Rama berhasil memanah si raksasa. Pada saat yang bersamaan Lesmana berhasil menemukan Rama dan mereka berdua kembali ke tempat semula dimana Shinta ditinggal sendirian, namun sesampainya Shinta tidak ditemukan. Selanjutnya mereka berdua berusaha mencarinya dan bertemu Jatayu yang luka parah, Rama mencurigai Jatayu yang menculik dan dengan penuh emosi ia hendak membunuhnya tapi berhasil dicegah oleh Lesmana. Dari keterangan Jatayu mereka mengetahui bahwa yang menculik Shinta adalah Rahwana! Setelah menceritakan semuanya akhirnya si burung garuda ini meninggal.

Mereka berdua memutuskan untuk melakukan perjalanan ke istana Rahwana dan ditengah jalan mereka bertemu dengan seekor kera putih bernama Hanuman yang sedang mencari para satria guna mengalahkan Subali. Subali adalah kakak dari Sugriwa paman dari Hanuman, Sang kakak merebut kekasih adiknya yaitu Dewi Tara. Singkat cerita Rama bersedia membantu mengalahkan Subali, dan akhirnya usaha itu berhasil dengan kembalinya Dewi Tara menjadi istri Sugriwa. Pada kesempatan itu pula Rama menceritakan perjalanannya akan dilanjutkan bersama Lesmana untuk mencari Dewi Shinta sang istri yang diculik Rahwana di istana Alengka. Karena merasa berutang budi pada Rama maka Sugriwa menawarkan bantuannya dalam menemukan kembali Shinta, yaitu dimulai dengan mengutus Hanuman persi ke istana Alengka mencari tahu Rahwana menyembunyikan Shinta dan mengetahui kekuatan pasukan Rahwana.

Taman Argasoka adalah taman kerajaan Alengka tempat dimana Shinta menghabiskan hari-hari penantiannya dijemput kembali oleh sang suami. Dalam Argasoka Shinta ditemani oleh Trijata kemenakan Rahwana, selain itu juga berusaha membujuk Shinta untuk bersedia menjadi istri Rahwana. Karena sudah beberapa kali Rahwana meminta dan ‘memaksa' Shinta menjadi istrinya tetapi ditolak, sampai-sampai Rahwana habis kesabarannya yaitu ingin membunuh Shinta namun dapat dicegah oleh Trijata. Di dalam kesedihan Shinta di taman Argasoka ia mendengar sebuah lantunan lagu oleh seekor kera putih yaitu Hanuman yang sedang mengintainya. Setelah kehadirannya diketahui Shinta, segera Hanuman menghadap untuk menyampaikan maksud kehadirannya sebagai utusan Rama. Setelah selesai menyampaikan maskudnya Hanuman segera ingin mengetahui kekuatan kerajaan Alengka. Caranya dengan membuat keonaran yaitu merusak keindahan taman, dan akhirnya Hanuman tertangkap oleh Indrajid putera Rahwana dan kemudian dibawa ke Rahwana. Karena marahnya Hanuman akan dibunuh tetapi dicegah oleh Kumbakarna adiknya, karena dianggap menentang, maka Kumbakarna diusir dari kerjaan Alengka. Tapi akhirnya Hanuman tetap dijatuhi hukuman yaitu dengan dibakar hidup-hidup, tetapi bukannya mati tetapi Hanuman membakar kerajaan Alengka dan berhasil meloloskan diri. Sekembalinya dari Alengka, Hanuman menceritakan semua kejadian dan kondisi Alengka kepada Rama. Setelah adanya laporan itu, maka Rama memutuskan untuk berangkat menyerang kerajaan Alengka dan diikuti pula pasukan kera pimpinan Hanuman.

Setibanya di istana Rahwana terjadi peperangan, dimana awalnya pihak Alengka dipimpin oleh Indrajid. Dalam pertempuran ini Indrajid dapat dikalahkan dengan gugurnya Indrajit. Alengka terdesak oleh bala tentara Rama, maka Kumbakarna raksasa yang bijaksana diminta oleh Rahwana menjadi senopati perang. Kumbakarna menyanggupi tetapi bukannya untuk membela kakaknya yang angkara murka, namun demi untuk membela bangsa dan negara Alengkadiraja.Dalam pertempuran ini pula Kumbakarna dapat dikalahkan dan gugur sebagai pahlawan bangsanya. Dengan gugurnya sang adik, akhirnya Rahwana menghadapi sendiri Rama. Pad akhir pertempuran ini Rahwana juga dapat dikalahkan seluruh pasukan pimpinan Rama. Rahmana mati kena panah pusaka Rama dan dihimpit gunung Sumawana yang dibawa Hanuman.

Setelah semua pertempuran yang dasyat itu dengan kekalahan dipihak Alengka maka Rama dengan bebas dapat memasuki istana dan mencari sang istri tercinta. Dengan diantar oleh Hanuman menuju ke taman Argasoka menemui Shinta, akan tetapi Rama menolak karena menganggap Shinta telah ternoda selama Shinta berada di kerajaan Alengka. Maka Rama meminta bukti kesuciannya, yaitu dengan melakukan bakar diri. Karena kebenaran kesucian Shinta dan pertolongan Dewa Api, Shinta selamat dari api. Dengan demikian terbuktilah bahwa Shinta masih suci dan akhirnya Rama menerima kembali Shinta dengan perasaan haru dan bahagia. Dan akhir dari kisah ini mereka kembali ke istananya masing-masing.
Read More : RAMAYANA

PRIMBON

Ada kesalahan di dalam gadget ini