Bangsa Viking

Bangsa Viking



Viking adalah suku bangsa dari "Skandinavia", yaitu yang termasuk di dalamnya daratan Norwegia, Denmark, dan Swedia. Diantara tahun 800 dan 1100 M, mereka menduduki, menjarah, menyisir sepanjang pantai barat laut Eropa, sungai-sungai, dan pulau di Eropa, bagian timur Eropa, serta pesisir timur laut Amerika Utara, sampai ke Rusia, dan Konstantinopel, dalam kapal panjang, untuk mencari dan membawa barang rampasan yang sangat berharga.

Kata Viking dipakai belakangan ini saja, masyarakat waktu itu menyebut mereka dengan "Norsemen" (orang utara), sedangkan sumber-sumber utama di Rusia dan Bizantium menyebut mereka dengan nama "Varangian". Sampai sekarang orang Skandinavia modern masih merujuk kepada diri mereka sebagai "Nordbor" (penduduk utara)

Kata Viking mungkin juga berasal dari kata "Vik", yaitu sebuah kota pusat perompak di Norwegia. Ketika para Norsemen pergi sebagai seorang 'Viking', berarti mereka bertarung sebagai seorang perompak. Bangsa Viking Swedia yang menetap di Eropa Timur, mungkin disebut sebagai "Runs", dan jadilah Rusia sebagai nama mereka.

Para Viking membanggakan diri atas keberanian mereka saat berperang, sebagian besar berperang dengan berjalan kaki dan membawa pedang, tombak, serta kapak, sedangkan, para petingginya menggunakan kuda perang. Pasukan "pengejut" disebut "berserker", merekalah yang memimpin serangan

Berserker adalah bangsa Norse dengan ciri khas 'tanpa mengenakan baju perang besi', dengan tampang yang bengis dan tubuh yang kekar, serta sifatnya yang brutal. Sebelum berperang, mereka menjadi gila bertempur karena mabuk dan narkotika, serta mempercayakannya pada Dewa mereka, yaitu "Odin" (Dewa Perang Bangsa Viking), agar mereka tetap selamat.

Dewa Odin pada Mitologi Nordik, merupakan pemimpin para dewa, yang memiliki peran, sebagai : Dewa Kebijaksaan, Dewa Perang dan Pertempuran, dan Dewa Kematian. Dia dan istrinya, Frigg, adalah penguasa Asgard, termasuk Valhalla, yang merupakan surga bangsa Viking setelah kematian, tempat dimana mereka akan dijamu oleh Dewa Odin sebagai para pahlawan yang tewas dalam pertempuran.


Dewa Odin

Valhalla berada pada Ibukota dari Sembilan Dunia, yaitu Asgard, yang merupakan dunia para Æsir, yaitu golongan Dewa-Dewi tinggi yang paling berkuasa.

Armada laut


Kapal Viking

Para Viking umumnya terkenal karena merupakan pelaut yang ulung dan tangguh. Kapal-kapal kayu yang mereka buat yang disebut kapal panjang, merupakan sebuah kontruksi kapal laut yang sangat kokoh, ringan, dan mempunyai bagian bawah yang datar, memungkinkan mereka untuk berlayar di sungai yang dangkal dan juga diperairan terbuka. Kapal ini pun mudah dikendalikan untuk perjalanan ekpedisi dengan yang nagivator berpengalaman.

Di Eropa Timur, kapal Bangsa Viking membawa mereka sampai ke pedalaman dan menyusuri berbagai sungai. Mereka bertualang sangat jauh sampai ke daerah Rusia dan Ukraina, kadang-kadang merampok menyisir konstantinopel, yang sering disebut Miklagard / Kota Besar.
Sedangkan para Viking yang tinggal di Perancis Utara disebut Bangsa Norman. Raja mereka yang terkenal adalah William Sang Penakluk, yang menduduki Inggris di tahun 1066.


perang Hafrsfjord

Wilayah yang kemudian menjadi Norway (Norwegia), tidak disatukan hingga tahun 800. Namun, sebelumnya sudah ada usaha untuk menyatukannya. Dua jenis komunitas dibentuk, yaitu : majelis atau "tings", yang dikelola disekitar Alting, dan kerajaan-kerajaan kecil.

Tentunya ada beberapa alasan yang mendasari, tidak terkecuali keinginan para petani untuk perdamaian dan stabilitas, terutama di daerah pesisir pantai. Hal ini secara berulang kali di ganggu oleh para perampok dan pelecehan bangsa Viking yang kembali
Daerah pesisir pantai memiliki kekayaan dalam bentuk barang curian yang diperdagangkan. Para raja dari kerajaan kecil menciptakan pernikahan antar kerajaan, yang kemudian menciptakan kekuasaan yang besar.

Raja-raja kecil di Viken – area yang mengelilingi Fjord Oslo, memainkan peran penting dalam proses ini. Kekuasaan mereka secara tetap terus meningkat setelah distrik demi distrik berada dalam kekuasaan mereka.
Setelah perang di Hafrsfjord dekat Stavanger, kira-kira tahun 872, Raja Harad Fairhair memperkuat posisinya sebagai penguasa area yang lebih besar. Namun, proses penyatuan yang berlanjut selama beberapa abad setelahnya, menciptakan pertarungan antara para pemimpin suku Norwegia, dan antara Norwegia dengan masyarakat lain di Utara. Pada tahun 1060, proses penyatuan diselesaikan.

Karena tidak adanya sumber tertulis, maka yang diketahui mengenai jaman ini banyak berdasar pada penemuan arkeologi serta cerita-cerita yang beredar. Walaupun kemudian hal-hal tersebut dituangkan dalam tulisan, cerita tersebut berdasarkan pada dongeng yang diturunkan antar generasi pada Mitologi Nordik, yang merupakan kepercayaan masyarakat Eropa utara (Norwegia, Denmark, Swedia, Islandia) sebelum kedatangan agama Kristen. Secara keseluruhan, cerita tersebut mengungkapkan bahwa pada zaman Viking merupakan yang terkaya dalam sejarah pra-sejarah di Utara, Norway.

Namun, dalam cerita-cerita tersebut, tidak semua Bangsa Viking perompak, di tanah airnya, mereka adalah petani, nelayan, pedagang, dan pengrajin, dan yang paling terkenal sebagai perompak. Diantara mereka banyak yang pergi bergabung bersama perompak dan hidup di Perancis utara, Inggris Utara, dan Irlandia. Kerap kali mereka menyerang Inggris dan Irlandia, lalu menjarah hingga ke Gibraltar dan Mediterania.

Terkadang mereka pun memperdagangkan barang-barang dari hasil rampasan. Mereka ini biasanya para perompak yang seringkali gagal dalam berniaga.

Banyak akademis menganggap, penjarahan biara Lindisfarne pada tahun 793, di pesisir North East England sebagai awal Era Viking. Di bagian Barat dan Barat Daya Eropa, hingga saat ini Viking masih dianggap sebagai penjahat kejam yang menciptakan kekacauan dengan menggunakan api dan pedang. Hanya sebagian dari anggapan ini yang benar.

Viking juga datang secara damai untuk berdagang atau bermukim. Bangsa Viking Norwegia bermukim di Orkney Isles, Shetlands, Hebrides dan Pulau Man. Dataran utama di Utara Skotlandia dan Irlandia juga menjadi daerah pemukiman mereka, serta Dublin yang didirikan oleh Viking pada sekitar tahun 840, yang berada dibawah kekuasaan Nordik hingga tahun 1171.

Di Iceland dan Greenland, Viking Norwegia menemukan tanah kosong, dimana mereka menetap dan membangun komunitas. Iceland saat ini diturunkan langsung dari pemukiman Viking. Namun di Greenland, komunitas Norse meninggal beberapa abad kemudian karena alasan yang tidak jelas.

Bangsa Viking membuat kapal yang kuat dan mudah dikendalikan untuk perjalanan ekpedisi dengan nagivator berpengalaman di laut, secara berkala melakukan perjalanan ke Amerika dan kembali.

Cerita mengatakan bahwa Leif Eriksson yang menemukan “Wineland the Good” pada tahun 1001, namun hingga saat ini para akademisi berpendapat bahwa Viking telah mencapai Amerika sebelum Leif. Era Viking mencapai puncak pada tahun 1066 ketika Raja Norwegia, Harald Hardruler dan serdadunya dikalahkan pada Perang Stamford Bridge di England.
Leif Eriksson, yang dalam saga Islandia dikatakan, keturunan para pemimpin Viking Norwegia yang mendirikan perkampungan Eropa pertama di Greenland sekitar tahun 985, kemungkinan besar adalah orang Eropa pertama yang menemukan Amerika sekitar tahun 1000. Perkampungan yang didirikannya kemungkinan besar adalah di L'Anse aux Meadows, yaitu di New found land dan Labrador, Kanada.



Istilah Abad Viking telah dipakai untuk menyebut periode sejarah Skandinavia dari tahu 800 sampai 1066, yaitu sampai pada kematian dari Harald III Sigurdsson.

Sebutan Viking secara luas dapat pula digunakan untuk menyebut seluruh populasi Skandinavia di Abad Viking beserta perkampungan-perkampungan sebarannya. Sebagai contoh, para pedagang dan perompak di masa tersebut yang berasal dari pantai timur Laut Baltik dalam saga Islandia mula-mula disebut sebagai Vikinger fra Estland, atau dalam bahasa Norwegia ialah Viking Estonia.

Penjelajahan bangsa Viking semakin berkurang dan akhirnya berhenti hingga sekarang yang terdengar hanyalah kisah-kisah keperkasaan mereka dalam menaklukkan lautan lewat sebuah legenda.



Sumber : Wikipedia©, misteridunia.wordpress.com

0 komentar:

PRIMBON

Ada kesalahan di dalam gadget ini